Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitab: Talaq /perceraian. Bab 2: ilak dan dhihar serta kafaroh
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitab: Talaq /perceraian. Bab 2: ilak dan dhihar serta kafaroh. ilak yaitu bersumpah untuk tidak mendatangi istri, dhihar yaitu mengatakan engkau seperti punggung ibuku, kafaroh yaitu membayar denda karena bersumpah dengan memberikan makan sepuluh orang miskin kalau tidak mampu puasa tiga hari. Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam pernah melakukan ilak yang khusus satu bulan ketika istri istri beliau meminta tambahan nafkah.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitab: Talaq/perceraian. Bab 2: ilak dan dhihar serta kafaroh. ilak yaitu bersumpah untuk tidak mendatangi istri maka wajib ditanya ketika sudah empat bulan untuk mencerai istrinya atau tetap dengan istrinya. Harus bersumpah dengan nama Alloh Ta'ala kalaupun bersumpah dengan selain Alloh maka berdosa akan tetapi tetap jatuh.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitab: Talaq/ perceraian. Bab 2: ilak dan dhihar serta kafaroh. 3. Dhihar yaitu suami mengatakan kepada istrinya dengan mengatakan engkau seperti punggung ibuku, maka tidak boleh didatangi istri tersebut sampai membayar kafaroh membebaskan budak, kalau tidak bisa puasa dua bulan berturut-turut, kalau tidak mampu maka memberikan enam puluh orang miskin. Adapun orang yang meng ilak istrinya maka kafaroh nya dengan kafaroh sumpah yaitu memberi makan atau pakaian sepuluh orang miskin atau memerdekakan budak kalau tidak mampu puasa tiga hari, ilak di perbolehkan selama kurang dari empat bulan biasanya untuk mendidik istri yang tidak taat, apabila dia kembali kepada istrinya setelah ilak dia juga membayar kafaroh sumpah.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitab: Talaq/perceraian. Bab 2: ilak dan dhihar serta kafaroh. 4. Harom untuk mendatangi istri yang di dhihar sampai membayar kafaroh yaitu memerdekakan budak dan seterusnya. Dhihar terjadi di zaman nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam pada aus bin shomit dengan istrinya khoulah binti tsa'labah rodhiyallohu 'anhum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar