Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabun nikah. Pembukaan. 1. Lafadh nikah dalam Al-Quran kebanyakannya bermakna akad nikah. Anjuran para pemuda untuk menikah apalagi sudah mempunyai nafkah. Hukum menikah bisa wajib atau sunah.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabun nikah. Pembukaan. 2. Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam beliau sholat di malam hari demikian juga tidur, beliau berpuasa juga tidak puasa, beliau juga menikah, maka barang siapa yang membenci sunah beliau maka bukan termasuk umat beliau yang baik. Di sunahkan untuk menikahi perempuan yang banyak anak dan penyayang karena Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam merasa gembira dengan banyak umat nya.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabun nikah. Pembukaan. 3. Hendaknya memilih wanita yang mempunyai agama yang baik untuk dinikahi, demikian juga yang masih gadis. Beberapa doa yang diucapkan ketika akan mendoakan seseorang yang baru menikah.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabun nikah. Pembukaan. 4. Disunnahkan membaca khutbah Hajah ketika terjadi akad nikah dan sebagainya. Disyariatkan untuk melihat perempuan yang akan dinikahi dan ini menunjukkan bahwa kecantikan secara dhohir atau yang tampak adalah sesuatu yang diharapkan. Dan yang dilihat adalah bagian yang biasa dilihat.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabun nikah. Pembukaan. 5. Yang dilihat ketika nadhor atau melihat perempuan yang akan dinikahi adalah wajah, tangan, telapak tangan, dan kaki, dan hendaknya disamping wanita tersebut walinya. Permasalahan apa yang boleh dilihat dari wanita yang menjadi mahrom. Tidak boleh melamar wanita yang sudah dilamar oleh orang lain.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabun nikah. Pembukaan. 6. Boleh menikahi seorang wanita dengan mahar berupa cincin, sarung atau sesuatu yang murah bahkan boleh dengan hanya mengajari suatu surat dari Al-Quran yang dia hapal. Boleh menggunakan lafadh ketika ijab qobul dengan lafadh zawwajtukahaa atau yang semisalnya.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabun nikah. Pembukaan. 7. Disunnahkan untuk mengumumkan pernikahan. Lafadh lafadh yang diucapkan ketika ijab qobul. Boleh memukul duf atau gendang untuk perempuan dan bernyanyi ketika acara pernikahan.
Silahkan simak dan download Siroh Nabawiyah, juz kedua. Fasal: onta onta dan kuda kuda nya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. Diantara keledai beliau namanya 'ufair, adapun kisah bahwa 'ufair ini mampu berbicara dan keturunan dari tujuh puluh keledai keledai yang semuanya pernah dikendarai oleh para Nabi 'alaihimus salam, maka ini adalah kisah yang palsu dan batil. Demikian juga beliau mempunyai seratus kambing demikian juga dua puluh onta onta yang diperah susunya.
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.
Silahkan simak dan download Tathhirul i'tiqod 'an adronil ilhad / pembersihan keyakinan dari kotoran-kotoran penyelewengaan. Lanjutan fasal 3: mereka orang orang quburiyun beralasan bahwa mereka tidak akan kafir karena sudah bersyahadat berbeda dengan musyrikin di zaman dulu yang tidak mau bersyahadat, maka bantahan untuk mereka sebagai mana juga disebutkan di dalam kasyfusy syubuhat, diantaranya bahwa di dalam hadits disebutkan lafadh "illla bi khaqihaa / kecuali dengan haknya" yakni mereka tidak boleh diperangi atau tidak dibunuh kecuali apabila mereka tidak memberikan hak dari kalimat tauhid, dan diantara hak tauhid untuk tidak melakukan kemurtadan atau kesyirikan. Demikian juga praktek para shohabat rodhiyallohu 'anhum mereka mengkafirkan musailamah alkadzab , juga Ali bin Abi Thol…
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.
Riyadhush Sholihin. Bab 99: disukai mendahulukan yang kanan dalam hal yang mulia. Ayat ayat yang berkaitan dengan bab ini.
Riyadhush Sholihin. Bab 99: disukai mendahulukan yang kanan dalam hal yang mulia. Hadits no 720: Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam suka mendahulukan yang kanan di perkara semuanya. Hadits no 721: Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam menggunakan tangan kiri untuk cebok.
Riyadhush Sholihin. Bab 99: disukai mendahulukan yang kanan dalam hal yang mulia. Hadits no 722: ketika memandikan jenazah di dahulukan bagian yang kanan. Hadits no 723: apabila memakai sandal didahulukan yang kanan.
Riyadhush Sholihin. Bab 99: disukai mendahulukan yang kanan dalam hal yang mulia. Hadits no 724: memakai pakaian didahulukan yang kanan. Hadits no 725: apabila berwudhu di dahulukan yang kanan. Hadits no 726: ketika memotong rambut didahulukan yang kanan. Selesai bab ini.
Silahkan simak dan download Muqodimah Ushulut tafsir syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Fasal 3 dua jenis khilaf dalam hal tafsir, yaitu bisa jadi dari sisi Shohih atau tidak dalil atau penukilan tersebut yang kedua khilaf dari sisi jalan jalan pengambilan dalil atau pengambilan hukum. Khilaf dari jenis yang pertama yang berkaitan dengan kabar isroiliyat maka ada tiga keadaan, yang pertama apa apa yang syariat kita membenarkan nya maka wajib untuk kita mengimani nya seperti bahwa bumi digenggam oleh Alloh Ta'ala pada hari kiamat, yang kedua apa yang syariat mengingkari nya maka kita juga mengingkari nya seperti barang siapa mendatangi istrinya dari belakang maka anak nya juling maka syariat mengingkari nya, yang ketiga syariat tidak membenarkan dan tidak mengingkari maka kita tawaquf.
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.
Silahkan simak dan download Khilyah tholibil 'ilmi (perhiasan penuntut ilmu). Lanjutan fasal pertama: adab penuntut ilmu terhadap dirinya. Lanjutan adab 3. Terus menerus takut kepada Alloh Ta'ala baik dalam keadaan sendiri atau dihadapan manusia. Ulama ada tiga diantaranya alim terhadap Alloh Ta'ala dan alim terhadap syariatNya maka ini adalah yang paling baik. Ilmu harus diikuti dengan amalan yang demikian ini akan menyebabkan ilmu tidak terlupakan sebagai mana seseorang yang melakukan sholat maka ilmu dia yang berkaitan dengan sholat tidak akan lupa
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabul buyu' atau jual beli. Bab 22: wadi'ah atau titipan. 1. Titipan adalah sesuatu yang diletakkan oleh pemilik nya kepada orang lain agar dijaga, dan yang menerima titipan melakukan perbuatan yang mendapatkan pahala apabila dia mampu menerima amanah, dan penerima titipan tidak menanggung kerugian apabila hilang atau terjadi kerusakan dengan syarat dia tidak menyia nyiakan, demikian juga tidak boleh memanfaatkan titipan tersebut kecuali apabila sudah minta izin. Adapun meminjami barang maka boleh dimanfaatkan oleh penerima pinjaman. SELESAI KITABUL BUYU'.
Riyadhush Sholihin. Bab 97: doa istikharah dan musyawarah. Ayat ayat yang berkaitan dengan bab ini.
Riyadhush Sholihin. Bab 97: doa istikharah dan musyawarah. Hadits no 717: doa istikharah ketika bimbang dalam suatu hal. Selesai bab ini.
Riyadhush Sholihin. Bab 98: disukai untuk berangkat ke sholat Ied di jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang. Hadits no 718: ketika berangkat sholat Ied Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam menempuh jalan yang berbeda dengan saat pulang. Hadits no 719: ketika masuk ke Mekah di sunahkan dari atas Mekah dan ketika pulang dari bawah Mekah. Selesai bab ini.
Silahkan simak dan download Siroh Nabawiyah, juz kedua. fasal: onta onta dan kuda kuda nya nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. Diantara onta beliau adalah Alqoswa yaitu yang beliau gunakan untuk hijroh. Kuda kuda beliau diantaranya assakbu diantara sifat nya adalah putih pojok pojok kaki kakinya kecuali kaki depan sebelah kanan (thulqul Yamin) ini adalah kuda yang pertama kali digunakan untuk berperang.
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.
Silahkan simak dan download Tathhirul i'tiqod 'an adronil ilhad/ pembersihan keyakinan dari kotoran-kotoran penyelewengaan. Lanjutan fasal 3: bentuk kesyirikan berikutnya adalah bersumpah dengan selain Alloh, mereka orang orang musyrik apabila disuruh bersumpah dengan nama Alloh Ta'ala maka mereka berani melanggar sumpah tersebut akan tetapi apabila bersumpah dengan nama wali wali tersebut maka mereka tidak berani melanggar nya. Apabila ada seseorang bersumpah dengan nama Alloh maka hendaknya menerimanya sebagai bentuk mengagungkan Alloh Ta'ala kecuali apabila orang tersebut dikenal sebagai orang yang berdusta.
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabul buyu' atau jual beli. Bab 21: wasiat. 1. Wasiat termasuk kebaikan dari Islam karena orang yang punya harta bisa berwasiat sehingga ketika dia meninggal pahala akan terus mengalir kepadanya. Anjuran untuk berbuat kebajikan diantaranya dengan segera mencatat wasiat sehingga tidak luput bagi dia kebaikan. Wasiat tidak boleh bagi seseorang yang miskin sedangkan keluarga nya miskin dan butuh. Wasiat tidak boleh lebih dari sepertiga.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabul buyu' atau jual beli. Bab 21: wasiat. 2. Para ulama sepakat bahwa sampai doa orang yang hidup kepada mayit demikian juga amalan anaknya dari sedekah diniatkan untuk orang tuanya. Hendaknya seseorang untuk bersegera dalam wasiat. Tidak ada wasiat untuk ahli waris akan tetapi apabila ahli waris yang lain meridhoi nya maka boleh.
Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Kitabul buyu' atau jual beli. Bab 21: wasiat. 3. Sedekah yang sempurna dan hakekatnya adalah sedekah seseorang ketika masih hidup dalam keadaan sehat dan kuat serta menginginkan banyak harta, akan tetapi Alloh Ta'ala dengan keutamaan Nya atas hambaNya untuk hamba itu bersedekah sebelum meninggal dengan sepertiga hartanya. Wasiat bisa batal dengan lima perkara yaitu menarik kembali wasiat, meninggal yang menerima wasiat, penerima wasiat membunuh pemberi wasiat, penerima wasiat tidak mau, atau barang tersebut hilang. Selesai bab ini.
Riyadhush Sholihin. Bab 96. Mengantar kepergian dan memberikan wasiat kepada sahabat. Ayat ayat yang berkaitan dengan bab ini.
Riyadhush Sholihin. Bab 96: mengantar kepergian dan memberikan wasiat kepada sahabat. Hadits no 711: wasiat nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam sebelum meninggal untuk berpegang dengan Alquran dan Sunnah. Hadits no 712: wasiat nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam kepada para shohabat yang mendatangi beliau untuk mengajari keluarga mereka.
Riyadhush Sholihin. Bab 96: mengantar kepergian dan memberikan wasiat kepada sahabat. Hadits no 713: mendoakan saudara ketika dalam safar. Hadits no 714: doa yang diucapkan ketika mengantar seseorang yang safar.
Riyadhush Sholihin. Bab 96: mengantar kepergian dan memberikan wasiat kepada sahabat. Hadits no 715: doa nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam ketika mengantar pasukan. Hadits no 716: doa yang menjadi bekal orang yang safar. Selesai bab ini.
Silahkan simak dan download Muqodimah Ushulut tafsir syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Fasal 3: dua jenis khilaf dalam hal tafsir, yaitu bisa jadi jadi dari sisi Shohih atau tidak dalil atau penukilan tersebut yang kedua khilaf dari sisi jalan jalan pengambilan dalil atau pengambilan hukum. Dalam hal penukilan ada yang kita tidak mampu mengetahui kebenaran nya yaitu seperti kabar dari Bani Israil maka dalam hal ini kita tidak membenarkan dan tidak mendustakan. Apa yang kaum muslimin butuhkan maka Alloh Ta'ala jadikan padanya dalil atau petunjuk, diantaranya dengan adanya sanad.
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.
Silahkan simak dan download Khilyah tholibil 'ilmi (perhiasan para penuntut ilmu). Lanjutan fasal pertama: adab penuntut ilmu terhadap dirinya. 3. Terus menerus takut kepada Alloh Ta'ala. Tidaklah seseorang dikatakan berilmu dengan banyak nya hafalan akan tetapi dikatakan seseorang berilmu dengan takutnya kepada Alloh Ta'ala. Jalan nya salaf adalah Aslam, a'lam dan ahkam. Perbedaan antara khouf dan khosyah.
yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.