Laman

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2022

Daarul Hadist - Mobile Apps (Sudah bisa di akses)

Simaklah kajian dengan aplikasi Android. klik link berikut untuk mendownload file apk android:
Link Download: Daarul Hadits Mobile

Jumat, 15 Juni 2018

Khutbah Idul Fitri 1 Syawwal 1439 H

Silahkan simak Khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Jalan Sarwo Edi  Semarang.

Wasiat Khutbah :

  • Nabi telah mensyariatkan untuk banyak berdzikir kepada Alloh di hari Idul Fitri
  • Pentingnya berdzikir dan rendahnya kehidupan dunia. Wasiat Nabi kepada Ali dan Fatimah untuk memperbanyak berdzikir.
  • Bagaimana Umar bin Khatab menganggap rendah kehidupan dunia.
  • Amalan sholih kita tidak sebanding dengan surga Alloh, tetapi merupakan sebab untuk mendapatkan Rohmat Alloh.
  • Tiga jenis manusia dalam beramal (Dholimu linafsih, Muktasid, Sabiqun bi al Khairat bi idznillah) .





Minggu, 06 November 2016

Kitab Thoriq Al Hijrotain

Silahkan simak dan download kajian Kitab Toriq Al Hijrotain yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Daarus Salaf Bukit Kencana Semarang. 


Surat Al Fatir : 32-33


ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ  جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ -


Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.
(Bagi mereka) surga `Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.

Penjelasan :

Terdapat tiga kelompok pada ayat 32 surat Al Fatir (menganiaya diri sendiri, pertengahan, dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan). Para Ulama memperselisihkan apakah kelompok orang-orang yang mendholimi dirinya masih termasuk kaum mukminin atau tidak, dan pendapat yang benar menurut Ibnu Qoyyim dalam kitabnya Thoriq Al Hijrotain bahwa ketiga kelompok tersebut semuanya masuk surga. Di dalam kitab ini juga dijelaskan sifat-sifat dari tiga kelompok tersebut.




[ 34:30 | 6 MB ]  -  Download


Rabu, 10 Agustus 2016

Tanya Jawab Derajat Hadist Doa Malaikat Jibril Menjelang Ramadhan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحمنِ الرَّحيمِ
إِنَّ الحمدَ للّه، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه، ونعوذُ باللّه من شرور أنفسِنا ومن سيِّئات أعمالِنا، من يهده الله فلا مُضِلَّ له، ومن يضلِلْ فلا هادي له، وأشهد أنْ لا إِله إِلا الله وحده لا شريكَ له، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله.
"يا أيُّها الذينَ آمنوا اتَّقوا اللّه حقَّ تُقاتِه ولا تَموتُنَّ إلا وأنتُم مُسلمونَ " .
"يا أيها الناس اتَّقوا ربكم الذي خَلَقَكُم من نفسٍ واحدةٍ وخلقَ منها زوجَها وبَثَّ منهُما رِجالاً كثيراً ونساءً واتَّقوا الله الذي تساءَلونَ به والأرْحامَ إِنَّ اللّه كانَ عليكم رَقيباً"
"يا أيها الذينَ آمنوا اتَقوا اللّه وقولوا قولاً سَديداً. يُصْلحْ لكُم أعْمالَكم ويَغْفِرْ لكم ذُنوبكم ومَن يُطِع اللّه ورَسولَه فقد فازَ فوزاً عَظيماً" .

"أما بعدُ؛ فإن أصدقَ الحديثِ كتابُ اللّه، وأحسنَ الهديِ هديُ محمدٍ - صلى الله عليه وسلم -، وشر الأمورِ محدثاتها، وكلَّ محدثةٍ بدعةٌ ، وكل بدعة ضلالةٌ ، وكل ضلالةٍ في النار.

Pertanyaan. 

Assalamu'alaikum wr.wb


ustadz saya mau tanya, saya pernah baca blog kumpulan do'a yang salah satu  do'a isinya begini: 

Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal- hal yang berikut:
  • Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya  (jika masih ada)
  • tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri
  • tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitar
Maka Rasulullahpun mengatakan amiin sebanyak 3 kali. Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang mengamiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at. yang mau saya tanyakan apakah ada dalil ataupun hadisnya dan sahih do'a tersebut, demikian pertanyaan saya ucapkan banyak terimakasih. aslamu'alaikum  wr. wb.

Jawaban:

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.أما بعد:

Adapun hadits yang saudara sebutkan sudah kami cari diberbagai mashodir atau kitab-kitab induk baik mutun ataupun kitab-kitab yang berkaitan dengan hadits-hadits dhoif dan maudhu', baik  di maktabah (perpustakaan) Darul hadits Damaj ataupun di jihaz komputer, akan tetapi tidak kami dapati bahkan yang semaknapun tidak kami dapati.

Beranjak dari ini semua kami mengatakan bahwa hadits yang dimaksud adalah dhoif maudhu' atau dibuat-buat yang tidak boleh disandarkan kepada Rosul sholollohu alaihi wasalam dan tidak boleh beramal dengannya, atau bisa juga dikatakan hadits tersebut laasla lahu (tidak ada asalnya), yang akan kami jelaskan keterangannya insyaAlloh ta'ala.

Hadits maudhu' banyak jumlahnya, Alloh Subhanahu wa Ta'ala  saja yang tahu secara rinci.
Berkata Al imam As sakhowy rohimahulloh di kitab beliau Fathul mughis (1:217) :

"Berkata Hamad bin zaid rohimahulloh sebagaimana dikeluarkan oleh Al uqaily : para zindiq telah membuatnya 14 ribu hadits. Juga Abdulkarim bin abi auja yang disalib oleh Muhamad bin sulaiman amir basrah, mengaku telah membuat 4 ribu hadits, dan banyak lagi."

Adapun hukum bagi seseorang mengatakan suatu hadits tertentu shohih atau hasan atau dhoif itu adalah boleh, apabila terpenuhi pada dia syarat-syarat sebagaimana dinukilkan oleh Al imam As sakhowy rohimahulloh di kitab beliau Fathul mughis (1:36)  perkataan imam Annawawi rohimahulloh berikut ini :

وقال الشيخ أبو زكريا يحيى النووي رحمه الله الأظهر عنده جوازة وهو ممكن لمن تمكن وقويت معرفته لتسير طرقه

dan yang benar menurutku adalah bolehnya (tashih dan tad'if) dan itu adalah mungkin bagi yang mempunyai kemampuan dan kuat pengetahuannya untuk mengumpulkan jalan-jalan hadits tersebut.

Adapun kami penulis hanyalah mampu untuk sekedar mengumpulkan dan mencari jalan-jalan hadits dengan apa yang Alloh Subhanahu wa Ta'ala mudahkan dengan sedikit pengetahuan yang ada, wallahul musta'an.

Alasan-alasan kenapa hadits ini dikatakan maudhu' la ashla lahu :

1. Menyelisihi kaidah ushul syari'at Islam.
Berkata Imam Ibnu alJauzy rohimahulloh :

قال ابن الجوزي وكل حديث رأيته يخالفه العقول أو يناقض الأصول فاعلم أنه موضوع فلا يتكلف اعتباره أي لا تعتبر رواته ولا تنظر في مجرحهم أو يكون مما يدفعه الحسن والمشاهدة أو مباينا لنص الكتاب أو السنة التواترة أو الإجماع القطعي حيث لا يقبل شيء من ذلك التأويل أو يتضمن الإفراط بالوعيد الشديد على الأمر اليسير أو بالوعد العظيم على الفعل اليسير وهذا الأخير كثير موجود في حديث القصاص والطرقية

dan setiap hadits yang engkau lihat menyelisihi akal (sehat) atau menyelisihi dasar-dasar agama, maka ketahuilah itu adalah maudhu', maka tidak perlu bersusah payah untuk melihat keadaan periwayatnya ataupun bentuk celaannya, atau bisa diketahui juga dengan penyelisihan hadits tersebut dengan panca indra dan kenyataan, ataupun penyelisihannya terhadap nas kitab ataupun sunah mutawatir ataupun ijma qothi yang tidak ada padanya takwil, ataupun hadits tersebut menyebutkan suatu ancaman yang keras terhadap perkara yang ringan, ataupun ancaman yang besar terhadap perbuatan yang mudah, dan yang terakhir ini banyak dijumpai di hadits-hadits tentang kisah-kisah dan thoriqoh-thoriqoh.(selesai)


Adapun hadits yang saudara bawakan dikatakan maudhu' dari sisi bahwa hadits tersebut menyelisi kaidah agama yang tidak boleh seseorang jahil tentangnya yaitu : bahwa syarat diterima amalan adalah dua, yang pertama niat ihlas untuk Alloh Ta'ala semata, yang kedua mencocoki sunah Nabi , sebagaimana disebutkan oleh para ulama diantaranya Fudhoil bin iyadh rohimahulloh . Hal ini adalah sesuatu yang harus diketahui oleh seorang muslim yang tidak boleh jahil tentangnya , adapun lafaz hadits yang dimaksud menyebutkan bahwa malaikat Jibril alaihi salam meminta agar Alloh Subhanahu wa Ta'ala tidak menerima puasa romadhon bagi orang yang tidak melakukan hal-hal yang disebutkan dalam Hadits tersebut jadi bisa dianggap hal-hal tersebut adalah syarat atau rukun diterimanya ibadah puasa seorang hamba, dan tidak ada seorangpun yang berpendapat demikian dari kalangan ulama, dan hal ini cukup jelas tidak menjadi isykal bagi seorangpun. Menyatakan suatu perbuatan sebagai syarat atau rukun suatu amalan harus butuh kepada dalil baik alquran atau sunah yang shohih, apabila tidak didapatkan maka terlarang bagi seseorang untuk menetapkannya.

Kemudian, sebagaimana sudah kita ketahui bahwa agama Islam adalah mudah sebagaimana sebagaimana disampaikan Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dari hadits Anas rodhiyalloh 'anhu muttafaqun 'alaih:
( يسروا ولا تعسروا )
"Mudahkanlah oleh kalian dan jangan disulit-sulitkan".

Adapun hal-hal yang disebutkan di dalam hadits tersebut sangatlah sulit, dan tidak masuk akal serta tidak ada dhobet (batasan-batasan yang jelas) khususnya dengan kalimat (orang-orang sekitarnya).

2. Alasan yang kedua bahwa hadits ini tidak didapatkan di kitab-kitab induk yang  dikenal.

Berkata Imam Ibnu alJauzy sebagaimana dinukilkan imam Assuyuthy di Tadriburrowi 247 : dan makna menyelisihi ushul yaitu keluar dari buku-buku islam baik berupa musnad-musnad ataupun kitab-kitab terkenal.

Berkata Syaih Muqbil alwadi'I rohimahulloh Ta'ala di Alfatawa alhaditsiyah (401): makna (la asla lahu) yaitu tidak ditemukan di buku-buku islam hanya saja itu adalah kalimat-kalimat yang didengar oleh manusia.


Jenis-jenis para pembuat Hadits-hadits maudhu' (sebagaimana disebutkan oleh Al imam As sakhowy rohimahulloh Ta'ala di kitab beliau Fathul mughis (1:217-224):

Diantaranya
  • Zindiq para munafiq yaitu orang-orang kafir yang menampakkan iman, mereka lakukan ini agar manusia jauh dari islam.
  • Kelompok-kelompok sesat seperti rofidoh, khowarij, qodariy، dsb.
  • Orang-orang yang dekat dengan kholifah dan pembesar agar mencocoki keinginan mereka.
  • Orang-orang yang ingin mencela manusia yang tidak mereka sukai.
  • Orang-orang yang mencari rezeki dengan kisah-kisah dan nasehat-nasehat mereka.
  • Orang-orang yang berfatwa dengan akal mereka kemudian membuat hadits untuk mendukungnya.
  • Jenis yang paling berbahaya yaitu orang-orang ahli zuhud dan kebaikan, mereka buat untuk mengajak manusia dalam ketaatan.
  • Tidak sengaja atau keteledoran dari perowi hadits.
  • Kadzabun para pendusta secara umum.
Cara mengetahui  bahwa suatu hadits dihukumi maudhu (sebagaimana disebutkan oleh Al imam As sakhowy rohimhulloh di kitab beliau Fathul mughis (1:226-228):
  • Menyelisihi qoidah-qoidah syariat, sebagaimana sudah dijelaskan.
  • Tidak didapat didalam kitab-kitab induk.
  • Pengakuan dari pembuatnya.
  • Keadaan yang semisal dengan pengakuan pembuatnya, seperti berdusta tentang tahun dia mendengarnya dari syaihnya, ternyata syaih tersebut di tahun itu sudah meninggal.


Penulis tidak menyatakan 'ismah yakni tidak terlepas dari kesalahan dan keteledoran, maka barang siapa dari pembaca menemukan lafaz hadits tersebut dikitab-kitab induk hendaknya menyampaikannya kepada penulis.
Memang penulis jumpai sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al imam Ibnu Hibban yang lafaznya berikut ini:

عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه و سلم صعد المنبر فقال : ( آمين آمين آمين ) قيل : يا رسول الله إنك حين صعدت المنبر قلت : آمين آمين آمين قال : ( إن جبريل أتاني فقال : من أدرك شهر رمضان ولم يغفر له فدخل النار فأبعده الله قل : آمين فقلت : آمين ومن أدرك أبوية أو أحدهما فلم يبرهما فمات فدخل النار فأبعده الله قل : آمين فقلت : آمين ومن ذكرت عنده فلم يصل عليك فمات فدخل النار فأبعده الله قل : آمين فقلت : آمين )

Dari Abu huroiroh rodhiyalloh 'anhu bahwa Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam menaiki mimbar kemudian berkata : (" Aamiin aamiin aamiin", maka dikatakan kepadanya : ya rosululloh sesungguhnya engkau ketika menaiki mimbar berkata aamiin aamiin aamiin, kemudian beliau menjawab "sesungguhnya Jibril mendatangiku kemudian berkata : barangsiapa mendapati bulan Romadhon dan tidak diampuni kemudian masuk neraka maka Alloh ta'ala menjauhkan dia, katakanlah aamiin, maka aku katakan aamiin. Barangsiapa mendapati kedua orangtuanya atau salah satunya kemudian tidak berbuat baik kepada keduanya kemudian masuk neraka maka Alloh ta'ala menjauhkan dia, katakanlah aamiin, maka aku katakan aamiin. Barangsiapa yang disebutkan namamu kemudian tidak memberikan sholawat untukmu kemudian masuk neraka maka Alloh ta'ala menjauhkan dia, katakanlah aamiin, maka aku katakan aamiin").    

Ini adalah lafaz hadits yang ma'ruf diketahui oleh banyak orang dari hadits Abu Huroiroh rodhiallohu 'anhu yang dikeluarkan oleh Ibnu hibban, Ibnu khuzaimah, Annasai fil kubro dan Abu ya'la rohimahumulloh, dan dari hadits Ka'ab bin 'ujroh rodhiallohu 'anhu  yang dikeluarkan oleh Alhakim rohimahulloh, dan dari hadits Ibnu abbas rodhiallohu 'anhu  yang dikeluarkan oleh Aththobrany rohimahulloh, dan dari hadits Abdulloh bin alharits rodhiallohu 'anhu  yang dikeluarkan oleh Albazar rohimahulloh.
Hadits ini derajatnya shohih lighoirihi bi majmu' thuruqihi (shohih dengan banyaknya jalan).

Apabila kita perhatikan lafaz hadits ini dengan lafaz hadits yang saudara bawakan ada sedikit kemiripan dalam segi siyaq atau susunan, seakan-akan hadits yang saudara tanyakan disusun oleh pembuatnya untuk menyelisi atau menandingi hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam tersebut. Wallohu a'lamu bishshowab.


Penutup.

Demikian akhir dari tulisan ini kami buat, semoga bermanfaat untuk penulis dan pembaca.
Dan penulis meminta ampun kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala atas segala kesalahan yang penulis buat.

Berkata Imam Ibnul Qoyim rohimahullohu Ta'ala  didalam bukunya Al kaafiyah asy syaafiyah fil intishaari lil firqotin naajiyah (al qoshiidah an nuuniyah):

يا رب غفرا قد طغت أقلامنا ... يا رب معذرة من الطغيان
  Wahai robku mohon ampun atas tergelincirnya penaku
                      Wahai robku mohon 'udzur dari ketergelinciranku.

سبحانك اللهم ربنا وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليك

Semarang, 15 Jumadil Awal 1437



Selasa, 21 Juni 2016

Wajibnya Menolong Agama

بِسْمِ اللّهِ الرَّحمنِ الرَّحيمِ

إِنَّ الحمدَ للّه، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه، ونعوذُ باللّه من شرور أنفسِنا ومن سيِّئات أعمالِنا، من يهده الله فلا مُضِلَّ له، ومن يضلِلْ فلا هادي له، وأشهد أنْ لا إِله إِلا الله وحده لا شريكَ له، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله.
"يا أيُّها الذينَ آمنوا اتَّقوا اللّه حقَّ تُقاتِه ولا تَموتُنَّ إلا وأنتُم مُسلمونَ " .
"يا أيها الناس اتَّقوا ربكم الذي خَلَقَكُم من نفسٍ واحدةٍ وخلقَ منها زوجَها وبَثَّ منهُما رِجالاً كثيراً ونساءً واتَّقوا الله الذي تساءَلونَ به والأرْحامَ إِنَّ اللّه كانَ عليكم رَقيباً"
"يا أيها الذينَ آمنوا اتَقوا اللّه وقولوا قولاً سَديداً. يُصْلحْ لكُم أعْمالَكم ويَغْفِرْ لكم ذُنوبكم ومَن يُطِع اللّه ورَسولَه فقد فازَ فوزاً عَظيماً" .
"أما بعدُ؛ فإن أصدقَ الحديثِ كتابُ اللّه، وأحسنَ الهديِ هديُ محمدٍ - صلى الله عليه وسلم -، وشر الأمورِ محدثاتها، وكلَّ محدثةٍ بدعةٌ ، وكل بدعة ضلالةٌ ، وكل ضلالةٍ في النار.


Wajibnya Menolong Agama


Perlu diingat bahwa tujuan utama musuh-musuh islam adalah menghancurkan islam, diantaranya adalah dengan jalan menimbulkan kesan jelek atau menghancurkan nama baik para pemikul amanah Nabi, yakni para ulama, hingga manusia menjauhi dan memusuhi para penyeru dakwah kepada manhaj yang lurus, kemudian menggantikan mereka dengan sosok-sosok yang tidak mampu atau lemah di dalam menghadapi kebid’ahan dan kesesatan. Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ


“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya’’ (ash shof -8)

Maka wajib bagi orang yang mampu dan tahu untuk membela dakwah Salafiyyah ini dan mengingkari setiap penyelewengan yang dilakukan oleh da’i-da’i penyebar fitnah dengan kesungguhan tekad dan curahan tenaga.

Berkata Nabi shollallhu ‘alaihi wa sallam dari jalan Ummu salamah radhiallohu ‘anha :

فمن كره فقد برئ و من أنكر فقد سلم و لكن من رضي و تابع

“Barangsiapa yang membenci perbuatan itu maka dia telah berlepas diri dan barang siapa yang mengingkari maka dia telah selamat akan tetapi dosa bagi orang yang ridho dan membiarkan tindakan yang mungkar tersebut.’’ (riwayat imam Muslim dan Imam Ahmad)


Dan dalam hadist Abu Sa’id al Khudri rodiallohu ‘anha Nabi sholluallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

[ عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقوم : من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان ] رواه مسلم.

‘’Barangsiapa melihat kemungkaran hendaknya dia merubah dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.’’ (diriwayatkan oleh Imam Muslim) Berkata Imam Ibnul Qoyim-rohimahulloh-di dalam “Qoshidah Nuniyah”

فصل
في توجه أهل السنة الى رب العالمين
أن ينصر دينه وكتابه ورسوله وعباده المؤمنين
هذا ونصر الدين فرض لازم*** لا للكفاية بل على الأعيان
بيد وأما باللسان فان عجز***ت فبالتوجه والدعاء بحنان


ما بعد ذا والله للايمان حبـ***ـة خردل يا ناصر الايمان

Pasal : do’anya ahlus sunnah terhadap robul ‘alamin agar menolong agamaNya, kitabNya, dan juga hamba-hambaNya yang beriman.
        Ini, dan menolong agama adalah wajib
                 Bukan fardhu kifayah bahkan wajib ‘ain
        Dengan tangan ataukah lisan apabila tak mampu
                Maka dengan meminta, dan do’a dengan hati
        Tidak ada setelah ini, demi Allah
               Satu biji sawi iman wahai para penolong iman.

Berkata Hasan bin tsabit rodhiyallohu ‘anhu sebagaimana disebutkan oleh Imam Muslim didalam Shohihnya :

هَجَوْتَ مُحَمَّدًا بَرًّا تَقِيًّا     رَسُولَ اللَّهِ شِيمَتُهُ الْوَفَاءُ

فَإِنَّ أَبِى وَوَالِدَهُ وَعِرْضِى    لِعِرْضِ مُحَمَّدٍ مِنْكُمْ وِقَاءُ

Engkau seorang Muhammad yang baik dan bertaqwa
              Rosul Allah yang selalu memenuhi janji
Maka sesungguhnya bapakku, dan bapaknya dia, dan kehormatanku
              Sebagai benteng untuk kehormatan Muhammad dari kalian.

Dalam hadist Anas –rodhiyallohu ‘anha- berkata Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di dalam hadistnya yang mulia :

عن أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ما من رجل ينعش لسانه حقا يعمل به بعده الا أجرى الله عليه أجره إلى يوم القيامة ثم وفاه الله عز و جل ثوابه يوم القيامة

“ Tidakkah seseorang yang berkata kebenaran dengan lisannya, yang beramal dengan kebenaran itu orang setelahnya, kecuali Allah Subhanahu Wata’ala alirkan untuk dia ganjarannya sampai hari kiamat, kemudian dibalas dengan sempurna di hari kiamat.” 
( Hadist hasan riwayat Imam Ahmad ).

Oleh karena itu sepantasnya seorang muslim untuk membela agama ini, diantaranya dengan saling membantu didalam menyebarkan dakwah Alloh Ta’ala ini, demikian juga untuk membantah tuduhan-tuduhan keji yang ditujukan kepada orang-orang yang berusaha untuk menyebarkan dakwah ini, dan termasuk didalamnya untuk seorang murid membantah tuduhan keji yang diarahkan kepada gurunya.

Berkata Syaikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyah rohimahullohu Ta’ala di dalam kitabnya “Al Iman Al Ausath” hal 138 :

"Dan termasuk dari ihsan adalah husnuzh zhonn tholib/murid terhadap orang yang mengajarinya ilmu atau orang yang menyampaikan hadist, agar dia mendapatkan barokahnya ilmu". 

وكان بعض السلف إذا ذهب إلى معلمه تصدق بشئ وقال: اللهم استر عيب معلمي عني ولا تذهب بركة علمه مني... من حق المعلم عليك وأن تجلس أمامه ولا تشيرن عنده بيدك  ... ولا تشاور جليسك في مجلسه ولا تأخذ بثوبه إذا قام ولا تلح عليه إذا كسل ولا تعرض أي تشبع من طول صحبته وينبغي أن يتأدب بهذه الخصال التي أرشد إليها علي كرم الله وجهه وأن يرد غيبة شيخه إن قدر.

Dan sebagian orang-orang salaf apabila mereka pergi ke mu’alimnya mereka bersedekah dan berdo’a : “Ya Allah tutuplah ‘aib mu’alimku dariku dan jangan sampai hilang barokah ilmunya dariku. “ Ketahuilah-rahimakalloh-bahwa termasuk dari hak gurumu atasmu adalah : untuk engkau duduk didepannya, dan tidak mengisyaratkan dengan tanganmu di sisinya, jangan engkau mengkhianatinya, jangan bercakap dengan teman dudukmu di sisinya, jangan engkau ambil pojok bajunya apabila dia berdiri, jangan engkau memaksa apabila dia tak bersemangat, jangan engkau merasa puas untuk menuntut ilmu darinya, dan sepantasnya untuk beradab denganya dengan kemurahan Allah Subnahu Wata’ala dan agar membantah ghibah yang ditujukan kepada Syaikhnya.

Dan AnNawawi dalam “At Tibyan fi Adabi Hamalaatil Qur an” menambahkan :

فإن تعذر عليه ردها فارق ذلك المجلس

 “Apabila tak mampu membantahnya maka tinggalkanlah majelis itu.” Selesai penukilan.

Kemudian, Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala adalah yang menjaga agama-Nya, menjaga para pewaris nabi-Nya, menjaga madrasah-madrasah yang mengajarkan agamanya yang haq, Sunatulloh-ketetapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala terhadap hambanya. (Selesai)

--Penutup--

Demikian akhir dari tulisan ini kami buat, semoga bermanfaat untuk penulis dan pembaca.
Dan penulis meminta ampun kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala atas segala kesalahan yang penulis buat.

Berkata Imam Ibnul Qoyim rohimahullohu Ta'ala  didalam bukunya Al kaafiyah asy syaafiyah fil intishaari lil firqotin naajiyah (al qoshiidah an nuuniyah):

يا رب غفرا قد طغت أقلامنا ... يا رب معذرة من الطغيان

Wahai robku mohon ampun atas tergelincirnya penaku
                      Wahai robku mohon 'udzur dari ketergelinciranku.

سبحانك اللهم ربنا وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليك


Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi Al Indonisiy
(Pengajar Ma'had Daarus Salaf Semarang)


Semarang, 15 Jumadil Awal 1437


Minggu, 19 Juni 2016

Wajibnya Amar Ma'ruf Nahi Munkar

بِسْمِ اللّهِ الرَّحمنِ الرَّحيمِ
إِنَّ الحمدَ للّه، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه، ونعوذُ باللّه من شرور أنفسِنا ومن سيِّئات أعمالِنا، من يهده الله فلا مُضِلَّ له، ومن يضلِلْ فلا هادي له، وأشهد أنْ لا إِله إِلا الله وحده لا شريكَ له، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله.
"يا أيُّها الذينَ آمنوا اتَّقوا اللّه حقَّ تُقاتِه ولا تَموتُنَّ إلا وأنتُم مُسلمونَ " .
"يا أيها الناس اتَّقوا ربكم الذي خَلَقَكُم من نفسٍ واحدةٍ وخلقَ منها زوجَها وبَثَّ منهُما رِجالاً كثيراً ونساءً واتَّقوا الله الذي تساءَلونَ به والأرْحامَ إِنَّ اللّه كانَ عليكم رَقيباً"
"يا أيها الذينَ آمنوا اتَقوا اللّه وقولوا قولاً سَديداً. يُصْلحْ لكُم أعْمالَكم ويَغْفِرْ لكم ذُنوبكم ومَن يُطِع اللّه ورَسولَه فقد فازَ فوزاً عَظيماً" .

"أما بعدُ؛ فإن أصدقَ الحديثِ كتابُ اللّه، وأحسنَ الهديِ هديُ محمدٍ - صلى الله عليه وسلم -، وشر الأمورِ محدثاتها، وكلَّ محدثةٍ بدعةٌ ، وكل بدعة ضلالةٌ ، وكل ضلالةٍ في النار.

Wajibnya untuk memerintahkan kepada yang benar dan melarang dari yang mungkar.

Sebagai perwujudan firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala didalam Alqur'an



وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)

 إِلا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

  1. Demi masa. 
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

)إِنْ أُرِيدُ إِلا الإصْلاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ )  [هود: 88]

(tidaklah yang saya inginkan kecuali perbaikan semampuku, dan tidaklah saya mendapatkan taufiq kecuali dari Alloh Ta'ala, kepadaNya lah saya bertawakal dan kepadaNya saya kembali)

[ عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقوم : من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان ] رواه مسلم.

"Barangsiapa melihat kemungkaran hendaknya dia merubah dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman." (diriwayatkan oleh Imam Muslim)


Dan hadits Nabi shollallohu 'alaihi wasallam :

عن أبي تميم بن أوس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال " الدين النصيحة قلنا لمن ؟ قال : لله ولرسوله وللأئمة المسلمين و عامتهم " رواه البخاري ومسلم .


Dari Tamim bin aus rodhiallohu 'anhu bahwa Nabi shollallohu 'alaihi wasallam berkata: agama itu adalah nasehat. Maka kami berkata : untuk siapa? Maka beliau menjawab: untuk Alloh Subhanahu wa Ta'ala, dan untuk rosulNya dan untuk para penguasa muslimin dan untuk seluruh kaum muslimin.(riwayat Bukhori dan Muslim)




Tentang Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar


Pertama : Wajibnya amar ma'ruf dan nahi mungkar

Perlunya ilmu didalam amar ma'ruf dan nahi mungkar.


Wajib bagi seorang dai yang hendak amar ma'ruf nahi mungkar untuk berbekal ilmu sebagaimana firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala :


{ قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ} .
108. Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik".(surat Yusuf, 108)

Berkata Al imam Assa'di didalam tafsirnya :

يقول تعالى لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم: { قُلْ } للناس { هَذِهِ سَبِيلِي } أي: طريقي التي أدعو إليها، وهي السبيل الموصلة إلى الله وإلى دار كرامته، المتضمنة للعلم بالحق والعمل به وإيثاره، وإخلاص الدين لله وحده لا شريك له، { أَدْعُو إِلَى اللَّهِ } أي: أحثُّ الخلق والعباد إلى الوصول إلى ربهم، وأرغِّبهم في ذلك وأرهِّبهم مما يبعدهم عنه.
ومع هذا فأنا { عَلَى بَصِيرَةٍ } من ديني، أي: على علم ويقين من غير شك ولا امتراء ولا مرية. { وَ } كذلك { مَنِ اتَّبَعَنِي } يدعو إلى الله كما أدعو على بصيرة من أمره. { وَسُبْحَانَ اللَّهِ } عما نسب إليه مما لا يليق بجلاله، أو ينافي كماله.

{ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ } في جميع أموري، بل أعبد الله مخلصا له الدين.

"Berkata Alloh Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Muhammadd shollallohu 'alaihi wasallam : katakan kepada seluruh manusia (ini adalah jalanku) yakni jalan yang aku menyeru kepadanya yaitu jalan menuju Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan janah Nya, diatas ilmu yang haq dan beramal dengannya serta memuliakan ilmu, bersama dengan keihlasan hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala. (aku menyeru kepada Alloh) yakni aku anjurkan seluruh mahluk dan hamba Nya untuk menuju kepada Rob mereka, dan memperingatkan mereka dari hal-hal yang membuat mereka jauh dari Alloh Ta'ala. Dan bersamaan itu maka aku (diatas bashiroh) didalam agamaku yakni diatas ilmu dan keyakinan tanpa keraguan dan perdebatan serta kedustaan. (demikian juga orang-orang yang mengikutiku) menyeru kepada Alloh Ta'ala sebagaimana aku menyeru diatas petunjuk didalam urusannya. (dan maha suci Alloh) dari apa yang aku katakan tentang Alloh Ta'ala yang tidak sesuai dengan kebesaran dan keutamaan Nya. (dan bukanlah aku dari orang-orang yang musyrik) didalam seluruh urusanku bahkan aku menyembah Alloh Ta'ala dengan ihlas.(selesai)

Ilmu adalah apa-apa yang bersumber dari Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan Rosul Nya, maka dengan ilmu yang dia miliki seorang dai mampu untuk memilah milah mana itu perintah dan mana itu larangan didalam agama, serta mengetahui jalan Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dalam amar ma'ruf nahi mungkar demikian juga jalan para shahabatnya rodhiallohu 'anhum serta jalan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. 

Berkata Al imam As sa'diy rahimahulloh ditafsir beliau surat al imron ayat 187 :


وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ (187)  

الميثاق هو العهد الثقيل المؤكد، وهذا الميثاق أخذه الله تعالى على كل من أعطاه [الله] الكتب وعلمه العلم، أن يبين للناس ما يحتاجون إليه مما علمه الله، ولا يكتمهم ذلك، ويبخل عليهم به، خصوصا إذا سألوه، أو وقع ما يوجب ذلك، فإن كل من عنده علم يجب عليه في تلك الحال أن يبينه، ويوضح الحق من الباطل.
فأما الموفقون، فقاموا بهذا أتم القيام، وعلموا الناس مما علمهم الله، ابتغاء مرضاة ربهم، وشفقة على الخلق، وخوفا من إثم الكتمان.وأما الذين أوتوا الكتاب، من اليهود والنصارى ومن شابههم، فنبذوا هذه العهود والمواثيق وراء ظهورهم، فلم يعبأوا بها، فكتموا الحق، وأظهروا الباطل، تجرؤا على محارم الله، وتهاونا بحقوق الله، وحقوق الخلق، واشتروا بذلك الكتمان ثمنا قليلا وهو ما يحصل لهم إن حصل من بعض الرياسات، والأموال الحقيرة، من سفلتهم المتبعين أهواءهم، المقدمين شهواتهم على الحق،
فأما الموفقون، فقاموا بهذا أتم القيام، وعلموا الناس مما علمهم الله، ابتغاء مرضاة ربهم، وشفقة على الخلق، وخوفا من إثم الكتمان.وأما الذين أوتوا الكتاب، من اليهود والنصارى ومن شابههم، فنبذوا هذه العهود والمواثيق وراء ظهورهم، فلم يعبأوا بها، فكتموا الحق، وأظهروا الباطل، تجرؤا على محارم الله، وتهاونا بحقوق الله، وحقوق الخلق، واشتروا بذلك الكتمان ثمنا قليلا وهو ما يحصل لهم إن حصل من بعض الرياسات، والأموال الحقيرة، من سفلتهم المتبعين أهواءهم، المقدمين شهواتهم على الحق،

Al-miitsaq adalah perjanjian yang berat lagi tegas, dan perjanjian ini Alloh Subhanahu wa Ta'ala ambil dari setiap orang yang telah Dia berikan kitab-kitab dan Dia berikan ilmu, untuk menjelaskan kepada manusia apa-apa yang mereka perlukan dari ilmu yang dia ketahui dan tidak menyembunyikannya ataupun bakhil padanya, terlebih lagi kalau manusia bertanya kepadanya atau terjadi sesuatu yang wajib baginya menjelaskan kepada mereka. Maka sesungguhnya dalam keadaan yang seperti ini wajib atas orang yang mempunyai ilmu untuk menunjuki manusia dan menjelaskan mereka antara yang haq dan yang bathil.

Adapun para pemilik ilmu yang menepati janji, maka mereka melaksanakan kewajiban ini dengan sebaik-baiknya, dan mereka mengajari manusia dengan apa yang telah Alloh Subhanahu wa Ta'ala ajarkan mereka, dengan semata-mata mengharapkan keridho'an Rob mereka, dan kasih sayang kepada mahluk, serta takut dari dosa menyimpan ilmu.
Adapun ahlul kitab dari golongan Yahudi dan Nashoro dan yang semisal mereka, melempar perjanjian dan persaksian ini semua di belakang punggung-punggung mereka sambil meremehkannya. Maka mereka menyembunyikan alhaq dan menampakkan kebatilan serta berani untuk terjerumus didalam apa-apa yang Alloh Subhanahu wa Ta'ala haromkan, bermudah-mudah didalam hak-hak Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan hak-hak mahlukNya. Mereka membeli penyembunyian ilmu ini dengan harga yang rendah, yaitu berupa pangkat/kedudukan itupun kalau mereka dapatkan, serta harta dunia yang hina dari orang-orang rendah para pengikut hawa nafsu yang mendahulukan syahwat mereka atas kebenaran.

Kedua : Pendorong Amar Ma'ruf Nahi Munkar 

Berkata al imam Ibnu rajab al hanbaly didalam kitab beliau jami'ul ulum wal hikam di dalam pembahasan hadits nomer 34 :

واعلم أن الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر تارة يحمل على رجاء ثوابه وتارة خوف العقاب في تركه وتارة الغضب لله على انتهاك محارمه وتارة النصيحة للمؤمنين والرحمة لهم ورجاء إنقاذهم مما أوقعوا أنفسهم فيه من التعرض لعقوبة الله وغضبه في الدنيا والآخرة وتارة يحمل عليه إجلال الله وإعظامه ومحبته وأنه أهل أن يطاع ويذكر فلا ينسي ويشكر فلا يكفر وأنه يفتدي من انتهاك محارمه بالنفوس والأموال.

Ketahuilah bahwa amar ma'ruf nahi mungkar diantara pendorongnya adalah mengharapkan pahala dari Alloh Subhanahu wa Ta'ala, takut dari siksaannya jika meninggalkannya, atau marah karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala dikarenakan larangan-laranganNya diinjak-injak atau nasehat untuk mukminin dan rohmah kepada mereka serta berharap agar mereka terlepas dari apa-apa yang mereka jatuh didalam hal-hal yang menyebabkan siksaan dan kemurkaan Alloh Subhanahu wa Ta'ala didunia dan akherat, atau karena mengagungkan Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan mencintaiNya serta meyakini bahwa Dialah yang ditaati, diingat bukannya dilupakan, disyukuri bukannya diingkari, diserahkan jiwa dan hartanya daripada dinjak-injak larangan-laranganNya.

Ketiga : Sabar didalam amar ma'ruf nahi munkar.

Kemudian berkata rohimahulloh berikutnya:

كما قال بعض السلف وددت أن الخلق كلهم أطاعوا الله وأن لحمي قرض بالمقاريض وكان عبد الملك بن عمر بن عبدالعزيز يقول لأبيه وددت أني غلت بي وبك القدور في الله تعالى ومن لحظ هذا المقام والذي قبله هان عليه كل ما يلقي من الأذى في الله تعالى وربما دعا لمن آذاه كما قال ذلك النبي صلى الله عليه وآله وسلم لما ضربه قومه فجعل يمسح الدم عن وجهه ويقول رب اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون  

Sebagaimana perkataan sebagian salaf :"aku suka apabila semua mahluk taat kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala walaupun dagingku dipotong-potong dengan gunting", berkata Abdulmalik bin umar bin abdul aziz kepada ayahnya :"aku suka apabila dididihkan air di panci yang besar untukku dan untuk engkau dijalan Alloh Subhanahu wa Ta'ala". Maka barangsiapa yang memperhatikan kedudukan ini dan yang sebelumnya akan ringan bagi dia setiap gangguan yang dia dapatkan dijalan Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
Bahkan kadangkala dia mendo'akan kebaikan bagi orang yang menyakiti dia sebagaimana perkataan Nabi shollallohu 'alaihi wasallam ketika kaumnya memukul dia sambil dia mengusap darah yang ada diwajahnya :"Ya Rob ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak tahu". 

Keempat : Hukum asal didalam amar ma'ruf nahi munkar adalah dengan lemah lembut.

Kemudian berkata rohimahulloh berikutnya:

وبكل حال فتبين الرفق في الإنكار قال سفيان الثوري لا يأمر بالمعروف ولا ينهي عن المنكر إلا من كان فيه ثلاث خصال رفيق بما يأمر رفيق بما ينهي عدل بما يأمر عدل بما ينهي عالم بما يأمر عالم بما ينهي وقال أحمد الناس محتاجون إلى مداراة ورفق الأمر بالمعروف بلا غلظة إلا رجل ملعن بالفسق فلا حرمة له قال وكان أصحاب ابن مسعود إذا مروا بقوم يرون منهم ما يكرهون يقولون مهلا رحمكم الله مهلا رحمكم الله وقال أحمد يأمر بالرفق والخضوع فإن أسمعوه ما يكره لا يغضب فيكون يريد أن ينتصر لنفسه والله أعلم  

Perlu diperhatikan disini adanya kelembutan didalam mengingkari kemungkaran, berkata Sufyang atstsaury : "tidaklah berhak untuk amar ma'ruf nahi mungkar kecuali orang-orang yang mempunyai tiga perkara lembut didalam amar ma'ruf lembut didalam nahi mungkar, adil didalam amar ma'ruf, punya ilmu didalam amar ma'ruf".


Berkata al imam Ahmad :"manusia membutuhkan penyikapan yang baik dan kelembutan, amar ma'ruf tanpa kekerasan kecuali seseorang yang mengumumkan kafasikan maka tidak ada kehormatan bagi dia" dan beliau berkata:"adalah para sahabat Ibnu mas'ud apabila bertemu suatu kaum yang melakukan sesuatu yang mereka tidak sukai berkata "tinggalkanlah oleh kalian ini semua semoga Alloh Subhanahu wa Ta'ala merohmati kalian, tinggalkanlah oleh kalian ini semua semoga Alloh Subhanahu wa Ta'ala merohmati kalian". dan beliau berkata juga:"amar ma'ruf dengan kelembutan dan tawadhuk, apabila mereka memperdengarkan sesuatu yang tidak mengenakkan jangan marah, seakan-akan hendak membela diri dia sendiri (bukan ihlas karena Alloh)".walloh a'lam.

--Penutup--

Demikian akhir dari tulisan ini kami buat, semoga bermanfaat untuk penulis dan pembaca.
Dan penulis meminta ampun kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala atas segala kesalahan yang penulis buat.

Berkata Imam Ibnul Qoyim rohimahullohu Ta'ala  didalam bukunya Al kaafiyah asy syaafiyah fil intishaari lil firqotin naajiyah (al qoshiidah an nuuniyah):

يا رب غفرا قد طغت أقلامنا ... يا رب معذرة من الطغيان
  
Wahai robku mohon ampun atas tergelincirnya penaku
                      Wahai robku mohon 'udzur dari ketergelinciranku.

سبحانك اللهم ربنا وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليك


Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi Al Indonisiy
(Pengajar Ma'had Daarus Salaf Semarang)


Semarang, 15 Jumadil Awal 1437